Showing posts with label Tanya Jawab. Show all posts
Showing posts with label Tanya Jawab. Show all posts

Saturday, January 26, 2013

Berat Badan Ideal


Tanya:

Saya seorang mahasiswi.  Sejak 1 tahun kuliah, berat badan saya turun.  Saya senang berat badan saya sekarang.  Menurut saya ideal, karena saya bisa memakai model-model baju yang saya sukai.  Tetapi, ibu dan tante saya selalu berkomentar saya terlalu kurus.  Berat badan saya 48 Kg dan Tinggi Badan saya 158 cm, bagaimana pendapat dokter ?

Lisa, Yogyakarta.


Jawab:

Perbedaan pendapat seperti ini bukan monopoli Anda seorang. Saya sering mendengar keluhan seperti ini.  Perlu Anda ketahui bahwa saat ini jumlah masyarakat yang obesitas/kegemukan semakin meningkat.  Berdasarkan data survey Sosial Ekonomi Nasional 1989, jumlah kegemukan di Indonesia untuk penduduk kota 1,1 % dan desa 0,7 %. Sepuluh tahun kemudian, angka tersebut meningkat menjadi 5,3% dan 4,3%.
Saat ini, diperkiraan 10 dari 100 penduduk Jakarta mengalami obesitas.  Kalau kita lihat data yang ada, tidak heran jika akan terjadi perbedaan pendapat.  Dengan semakin banyaknya orang yang obesitas, maka mereka yang mempunyai berat badan normal akan dinilai terlalu kurus.
Untuk mengetahui apakah berat terhadap tinggi badan normal, bisa digunakan criteria Indeks Massa Tubuh (IMT). Rumusnya :



Kolesterol Tetap Tinggi


Tanya :

Saya baru-baru ini, melakukan pemeriksaan laboratorium, hasilnya nilai kolesterol darah saya di atas batas normal. Padahal, selama sebulan ini saya sudah mengganti minyak untuk menggoreng dengan minyak bebas kolesterol, karena pada pemeriksaan sebelumnya kolesterol saya tinggi. Yang ingin saya tanyakan, mengapa sudah mengganti minyak goreng dengan yang non kolesterol, kadar kolesterol darah saya masih tinggi ? 
Anita, Bekasi


Jawab :

Pertama-tama, yang harus dipahami bahwa kolesterol adalah keluarga lemak. Kolesterol dibentuk dari karbohidrat dan lemak yang dikonsumsi.  Pada keadaan normal, tubuh membentuk kolesterol kira-kira 1 g/hari dengan konsumsi rat-rata 0,3 g/hari.  Tubuh senantiasa mempertahankan kadar kolesterol darah dalam batas normal (150-200 mg/dl), dengan cara mengatur pembentukan kolesterol tubuh. Oleh karena itu, jika konsumsi lemak tinggi, kadar dalam darahpun akan meningkat.
Kolesterol adalah lemak yang berbentuk seperti lilin dan hanya dijumpai pada jaringan manusia dan hewan.  Artinya semua minyak atau lemak yang berasal dari tumbuhan tidak mengandung kolesterol.  Tidak berarti, konsumsi makanan yang “bebas kolesterol” dalam jumlah banyak akan aman bagi tubuh. Makanan yang tergolong “rendah kolesterol” atau “non kolesterol” bisa saja mengandung tinggi lemak.
Bahkan lemak yang tidak “sehat”, yaitu lemak jenuh atau lemak trans. Konsumsi makanan kemasan dengan label “rendah lemak”, juga bukan berarti bisa dikonsumsi dengan bebas. Karena, jika makanan kemasan yang “rendah lemak” tersebut dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, artinya tubuh mendapat suplai lemak yang tidak sedikit. Alhasil, kadar kolesterol darah tetap tinggi.


OTC Digest, Sept 2006